Minggu, 16 Juni 2013

“Eek Goreng” Kopi Luwak

“Eek Goreng” Kopi Luwak

Oleh Ir. Umar Abdullah
"Kopi Luwak" yang baru keluar dari dubur Luwak
Dulu pernah ada tebak-tebakan di sebuah acara radio di Magelang.
Penyiar A: “Hayo, kenapa Bebek Goreng itu kok enak?”
Penyiar B: “Sebab dagingnya empuk. Kulitnya gurih!”
Penyiar A: “Bener, ning kurang pas.”
Penyiar B: “Lha terus apa?”
Penyiar A: “Bebek Goreng itu enak sebab ada ‘b’nya.”
Penyiar B: “Lha kok?”
Penyiar A: “Coba kalau nggak ada ‘b’nya, jadinya Eek Goreng, ya tho. Enak ora?”
Penyiar B: “Gundulmu!”
Itu dulu. Sekarang Eek Goreng banyak yang nyari. Harganya mungkin tambah mahal sejak difatwa halal oleh MUI! Eek goreng yang mana? Itu lho, biji kopi luwak yang ada di eeknya luwak. Setelah dibersihkan, dijemur, digoreng (sangrai), ditumbuk, dipisahkan kulitnya, diseduh dengan air panas, terus diminum. Uenak tenan! Kata yang pernah nyicipin eek goreng model ini.
Sebenarnya saya ogah komentar soal eek goreng model ini. Dikomentari atau tidak, toh yang menikmati eek goreng ini hanya segelintir orang yang duitnya tebel. Tapi, karena khawatir fatwa ini menjadi preseden peng-halal-an eek-eek yang lain, maka mau tidak mau saya kudu komentar membantah kekeliruan-kekeliruan yang berujung pada kesimpulan kopi luwak itu jadi halal.
Pengibaratan mutanajis yang salah
Komisi Fatwa MUI berusaha membuat opini bahwa biji kopi yang dimakan luwak tidak terpengaruh apapun dalam perjalanannya dari mulut, pencernaan hingga keluar dari dubur luwak. Kekerasan kulit biji kopi diibaratkan dengan kekerasan cincin emas atau berlian. Lalu dimunculkan pertanyaan yang pasti sudah diketahui masyarakat jawabannya. ”Jika cincin emas tertelan oleh manusia, lalu keluar melalui dubur. Apakah cincin emas itu jadi najis atau mutanajis (hanya terkena najis)?” Tentu orang awam pun akan menjawab cincin itu mutanajis. Masalahnya adalah pengibaratan yang dipakai itu salah.
Pertama, cincin emas, berlian adalah benda-benda dengan kekerasan sangat tinggi yang tidak terpengaruh sedikitpun oleh proses pencernaan manusia. Masuk emas keluar emas. Hanya dengan panas yang sangat tinggi emas apalagi berlian bisa terpengaruh dan leleh. Suhu tubuh manusia tidak akan mempengaruhi emas dan berlian. Sehingga ketika masuk pencernaan dan terkena kotoran manusia, emas dan berlian terkategori mutanajis.
Kedua, cincin emas dan berlian bukanlah benda-benda yang menjadi makanan luwak. Silakan taruh cincin emas atau berlian di depan luwak. Apakah ia akan memakannya? Tapi coba taruh anak ayam di depan luwak. Langsung dia santap! Nah, tulang-tulang ayam yang keluar dari dubur luwak (jika ada) bisa dijadikan pengibaratan dengan biji kopi yang tidak tercerna. Menurut anda, tulang ayam itu najis atau mutanajis?
Rasa dan aroma kopi Luwak berubah
Saya tidak pernah mencicipi kopi luwak. Tapi menurut orang-orang yang pernah mencicipinya, rasa kopi luwak uenak tenan! Rasanya beda dengan kopi biasa. Aromanya juga lebih harum. Apakah karena kopinya hanya dari kopi yang masak yang kulit buahnya berwarna merah? Tentu tidak. Kopi luwak jadi beda rasanya karena mengalami proses fermentasi dalam perut luwak. Walaupun tidak tercerna dan melewati perut luwak hanya sebentar, biji kopi sebelum masuk ke mulut dan pencernaan luwak berbeda rasanya dengan biji kopi yang keluar dari dubur luwak. Biji kopi yang keluar dari dubur luwak ini aromanya lebih harum (seperti harum daun pandan), rasanya lebih pahit dan lebih asam. Begitu kata yang pernah nyicipin kopi luwak. Kira-kira Komisi Fatwa MUI ikut nyicipi kopi luwak nggak ya? Nah, menurut anda, jika rasa dan aroma biji kopi telah berubah, apakah hanya mutanajis atau sudah najis? Tentu saja sudah menjadi feces alias eek alias tahi yang terkategori najis.
Biji yang tumbuh dari eek binatang
Opini lain yang dikembangkan oleh Komisi Fatwa MUI adalah ”jika biji yang keluar dari perut binatang itu bisa tumbuh, maka biji itu tidak najis”. Wow!
Opini ini tentu akan jadi bahan tertawaan orang-orang pertanian. Bocah angon (anak gembala) sekalipun akan geli mendengarnya. Kenapa? Karena banyak sekali biji-biji tumbuhan yang dimakan oleh burung atau mamalia, kemudian dikeluarkan melalui dubur binatang-binatang itu, justru lebih mudah tumbuh. Kenapa lebih mudah tumbuh? Karena pencernaan binatang-binatang itu memang diciptakan Allah sang Maha Pencipta untuk memecah dormansi biji-biji sehingga menjadi benih-benih yang siap tumbuh ketika keluar dari dubur binatang. Itulah sebabnya burung-burung dan mamalia (termasuk luwak) banyak menjadi penyebar alami bagi tumbuhan. Sekali-kali jika anda jalan-jalan ke desa dan bertemu dengan eek sapi (dalam bahasa Jawa disebut tlethong), cobalah perhatikan, dalam lima hari adakah di antara eek-eek itu tumbuh biji rerumputan? Sayangnya biji-biji di tlethong itu harganya murah. Coba kalau sangat mahal, mungkin akan difatwa halal (oleh kapitalis dan antek-anteknya).
Luwak alias musang
Di masyarakat Surabaya luwak alias musang ini memiliki image yang kurang baik. Kalau ada orang yang meledek temennya, dia memakai ungkapan: “Ooo… raimu kaya luwak!” (wajahmu seperti musang). Secara umum di masyarakat Indonesia pun, luwak atau musang sering dianggap sebagai hewan pencuri. Kalau ada ayam hilang, biasanya hewan yang lincah dan aktif di malam hari ini langsung jadi tertuduh. Sebutan “musang berbulu domba” dipakai untuk penjahat yang pura-pura baik pada kita.
Kehalalan mamalia liar pemakan aneka buah dan hewan kecil ini diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian menghukuminya halal berdasar hadits: Dari Ibnu Abi Ammar berkata: ”Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah ia termasuk hewan buruan?” Jawabnya: ”Ya”. Lalu aku bertanya: ”Apakah boleh dimakan?” Beliau menjawab: ”Ya”. Aku bertanya lagi: ”Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah saw?” Jawabnya: ”Ya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan an-Nasa’i). Sebagian lagi menghukuminya haram dikonsumsi berdasarkan hadits: Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: ”Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Wallaahu a’lamu.
Haram menjual kopi Luwak
Asy-Syaikh Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, seorang mujtahid yang tinggal di Indonesia,  menegaskan bahwa biji kopi yang keluar dari dubur luwak adalah najis sebagaimana najisnya biji-biji yang tidak tercerna yang keluar dari dubur manusia.
Sekedar mengingatkan, bahwa kotoran binatang alias eek hewan adalah najis sebagaimana kotoran manusia.
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Nabi saw pergi ke tempat buang air besar, lalu beliau memerintahkanku agar membawa tiga buah batu. Aku temukan dua buah batu, dan aku mencari yang ketiga, tetapi aku tidak menemukannya. Kemudian aku mengambil tahi kering, lalu aku berikan kepada beliau. Beliau mengambil dua buah batu dan membuang tahi tersebut, dan beliau bersabda: ”Sesungguhnya ini adalah najis.” (HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Dari pemahaman saya terhadap biji kopi, proses fermentasi dalam pencernaan luwak, adanya lendir harum di sekitar dubur luwak, perubahan rasa dan aroma biji kopi yang keluar dari dubur luwak, maka saya menyimpulkan bahwa kopi luwak termasuk kotoran luwak, sehingga terkategori najis dan bukan mutanajis.  Oleh karena itu haram juga penjualannya.
Rasulullah saw bersabda: “Dan sesungguhnya Allah apabila mengharamkan suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka haram pula bagi mereka hasil penjualannya.” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Jadi juallah kopi yang tidak keluar dari binatang. Insya Allah tetap enak, barakah, dan pasti halal. Halal kopinya, halal duitnya.
Biarlah untuk  makanan jin
Tak ada yang sia-sia apa yang diciptakan Allah. Kotoran Luwak, termasuk di dalamnya biji-biji kopi luwak, akan menjadi makanan bagi makhluq Allah yang lain, yaitu Jin.
Dari Abu Hurairah, bahwa ia pernah membawakan bejana Nabi saw untuk wudhu` dan bersuci. Tetapi tiba-tiba waktu ia mengikuti Nabi saw tersebut, Nabi saw bertanya: ”Siapa ini?” Abu Hurairah menjawab: ”Aku Abu Hurairah.” Lalu Nabi saw bersabda: ”Carikan aku batu-batu untuk aku pakai bercebok, tetapi jangan engkau membawakan tulang dan kotoran untukku.” Lalu aku memberikan kepada Nabi saw batu-batu yang aku membawanya dengan ujung bajuku, sehigga kuletakkan di samping beliau. Kemudian kutinggal pergi. Ketika beliau selesai (buang air) aku datang kepada beliau. Kemudian aku bertanya: ”Mengapa tulang dan kotoran itu tidak boleh?” Nabi saw menjawab: ”Keduanya adalah makanan jin. Dan sungguh utusan jin datang kepadaku yang berpangkat – mereka itu adalah sebaik-baik jin – lalu mereka minta bekal kepadaku, kemudian aku memohon kepada Allah untuk mereka kiranya mereka tidak melewati tulang-tulang dan kotoran melainkan mesti mereka mendapatkan makanan pada kedua benda tersebut.” (HR Bukhari)
Penutup
Kekeliruan Komisi Fatwa MUI terletak pada pemahamannya tentang objek hukum, dalam hal ini biji kopi yang keluar dari dubur luwak, yang berujung pada kekeliruan menghukumi objek tersebut. Semoga tulisan ini ikut membuka cakrawala pengetahuan kita tentang biji-bijian yang tidak tercerna oleh binatang tapi mengalami perubahan, baik rasa, aroma, maupun pecahnya dormansi pembenihannya.
Dari media massa saya peroleh berita, fatwa halal-tidaknya kopi luwak ini diminta oleh sebuah perusahaan perkebunan di Jawa Timur dan Jawa Barat. Mudah-mudahan Komisi Fatwa MUI atau anggota-anggotanya tidak menerima uang sepeser pun dari siapa saja yang mendapat keuntungan dengan dihalalkannya kopi luwak ini.
Mudah-mudahan masih ada ulama yang jujur, berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menipu masyarakat dengan argumentasi-argumentasi yang dibuat-buat. Semoga Allah SWT menampakkan kepada kita mana yang benar dan mana keliru, karena hanya Dialah yang tahu hakekat segala sesuatu. Amin.
SUMBER:

  • Nailul Authar Jilid 1 (Terj). Asy-Syaukani. PT. Bina Ilmu. Surabaya. 1978
  • Fiqih Sunnah Jilid 1 (Terj). Sayyid Sabiq. Penerbit PT Al-Ma’arif. Bandung. 1997
  • Fiqh Islam. H. Sulaiman Rasyid. Penerbit Sinar Baru. Bandung. 1988
  • Extreme Kuliner; Fiqh Seputar Makanan dan Minuman, Fauzan al-Banjari. Raudhah Pustaka. Yogyakarta. 2008
  • Hukum-hukum Seputar Shalat (Terj. Ahkam ash-Shalah). Al-Ustadz Ali Raghib. CV. Al-Azhar Wacana Mulia. 2006.
  • Wawancara dengan Asy-Syaikh Dr. Abdurrahman al-Baghdadi
  • Situs-situs Kopi Luwak (mohon maaf saya tidak mau menyebutkannya, khawatir termasuk mempromosikan kopi luwak. Cari saja sendiri ya. Banyak kok di internet.)

Hewan Kurban untuk Korban Merapi

Hewan Kurban untuk Korban Merapi

Assalaamu’alaikum wr wb

Ada 3 pahala lebih yang akan Anda dapat. Apabila Anda membeli dan menyalurkan qurban pada warga korban Merapi:
  1. Pengungsi banyak yang pusing dengan ternaknya. Mau terus dipelihara, tak ada lagi rumput yang tersisa (habis tertimbun material Merapi). Mau dijual, harganya terlalu murah. Dengan Anda membeli qurban dari mereka, Anda telah mmbantu mereka terlepas dari beban tersebut.
  2. Pengungsi umumnya cuma diberi makan dengan lauk mi instan, sekerat tempe/tahu, dan sayur kubis. Dengan Anda menyalurkan qurban kepada mereka, Anda telah membantu kecukupan gizi mereka, sehingga mereka dapat tetap sehat di pengungsian.
  3. Pengungsi banyak yang mulai terserang sindrom “Merasa Diabaikan” oleh pihak-pihak yang seharusnya mengurusi mereka. Dengan Anda menyalurkan qurban kepada mereka, Anda telah turut membantu proses mental recovery yang tengah berlangsung.

Maka, dengan Rp 7,5 jt dan Rp 1,3 jt, Anda sudah akan mendapatkan hewan qurban dengan kualitas istimewa.

Baca al-Quran Tapi Tak Tahu Artinya

Baca al-Quran Tapi Tak Tahu Artinya


Tanya:
dari +628529243XXX : Assalaamu’alaikum, saya mau tanya, apakah orang yang suka membaca + suka mendengarkan baca’an Alqur’an tetap dapat pahala? Walaupun orang tersebut sama sekali tidak tau arti/ ma’na nya? Mhn jelaskan (pecinta Purnamasidi FM) makasih, wsslm.

Jawab:
Berdasarkan dalil-dalil berikut :
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا (النساء : 82)
Kenapa mereka tidak melakukan tadabbur terhadap Al-Quran dan andai dia berasal dari selain Allah pastilah mereka menemukan di dalamnya banyak perbedaan (QS an-Nisaa [4]: 82)

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (محمد : 24)
Kenapa mereka tidak melakukan tadabbur terhadap Al-Quran ataukah ada kunci penutup di aqal mereka. (QS Muhammad [47]: 24)

هُوَ الَّذِي مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَمَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَمَنْ عَمِلَ بِهِ أُجِرَ وَمَنْ دَعَا إِلَيْهِ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (رواه الدارمي)

dia (Al-Quran) adalah yang siapa saja berkata berdasarkan ketentuannya  pastilah benar, sia-pa saja yang memberlakukan pemerintahan dengannya pastilah adil, siapa saja yang berbuat berdasarkan ketentuannya pastilah diberi pahala dan siapa saja yang menyeru kepadanya pastilah ditunjukan kepada jalan yang lurus. (HR ad-Daromi]


Juga lainnya masih sangat banyak, menunjukkan bahwa jika hanya membaca Al-Quran tanpa mengerti dan memahami ketentuan Allah SWT dalam ayat atau surah yang dibaca maka dapat dipastikan tidak akan dapat pahala apa pun dari Allah SWT. Oleh karena itu adalah kewajiban setiap umat Islam untuk mempelajari Bahasa Arab yang merupakan Bahasa Al-Quran supaya dapat dengan tepat dan benar memahami bahkan menggali hukum Allah SWT darinya. [Ust. Ir. Abdul Halim]

Koreksi Fatwa: Hukum Memanfaatkan Kulit Buaya yang Sudah Disamak

Koreksi Fatwa: Hukum Memanfaatkan Kulit Buaya yang Sudah Disamak

Assalaamu’alaikum wr wb

Di Voice of Islam Edisi tanggal 22 April 2011 dalam rubrik Warung Kopi saya (Umar Abdullah) memberikan fatwa yang salah tentang pemanfaatan kulit buaya yang telah disamak. Saat itu saya menyampaikan bahwa kulit buaya yang telah disamak boleh digunakan untuk pembuatan tas. Penyamakan adalah proses pengubahan kulit mentah menjadi kulit jadi (leather).
Saat itu saya berpegang pada dalil bahwa setiap kulit yang telah disamak akan menjadi suci.
Dari Aisyah dari Nabi saw, beliau bersabda: “ThuHuuru kulli adiimin dibaaghuHu “ [Sucinya setiap kulit adalah disamaknya].” (HR. Daru Quthni)
Namun, ternyata pendapat ini salah, karena ada hadits yang secara khusus melarang penggunaan kulit binatang yang dagingnya haram dimakan. Buaya adalah binatang buas bertaring sehingga dagingnya haram dimakan.
Dari Abil Malih bin Usamah dari ayahnya, ”Anna rasuulallaaHi shallallaaHu ’alayHi wa sallama naHaa ’an juluudis sibaa’i [Bahwa Rasulullah saw melarang (memanfaatkan) kulit-kulit binatang buas]” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i)
Oleh karena itu, tas dari kulit buaya atau ikat pinggang dari kulit ular adalah produk-produk yang haram dibuat dan haram diperjualbelikan.
Adapun kulit binatang yang bisa dimanfaatkan hanyalah kulit binatang yang dagingnya boleh dimakan, baik binatang itu mati karena disembelih maupun menjadi bangkai setelah kulitnya disamak. Contoh produknya seperti sepatu dari kulit rusa, kulit sapi, dan kulit kambing.
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “ Maula Maimunah diberi sedekah seekor kambing. Lalu kambing itu mati. Kemudian lewatlah Rasulullah saw lalu beliaau bersabda: ’Mengapa kamu tidak mengambil kulitnya, kemudian kamu samak, lalu kamu memanfaatkannya?’ Mereka menjawab, ’Sesungguhnya itu bangkai.’ Beliau bersabda, ’Yang diharamkan itu hanya memakannya.’” (HR. Jama’ah. Riwayat Ibnu Majah berkata Dari Maimunah).

Dengan demikian, saya telah mengkoreksi fatwa yang saya berikan. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya ini dan semoga para pendengar Voice of Islam bisa mendengarkan hasil koreksi saya insya Allah pada Edisi Warung kopi berikutnya di Edisi Mei. AllaaHumma aamiin.[]

Banyak Bukti Bahwa Terorisme Bukan Islam

Banyak Bukti Bahwa Terorisme Bukan Islam

Oleh Lathifah Musa


Banyak bukti bahwa terorisme bukan dilakukan oleh umat Islam. Salah satu yang terbaru adalah dokumen yang dipublikasikan oleh WikiLeaks yang mengungkap bahwa pelaksana Operasi Al-Qaeda yang melakukan pemboman terhadap gereja dan hotel mewah di Pakistan pada 2002 lalu ternyata juga bekerja sebagai agen intelijen di Inggris pada waktu yang bersamaan. Klaim tentang Adil Hadi al Jazairi Bin Hamlili merupakan laporan rahasia yang dipaparkan WikiLeaks dengan mengutip dokumen militer Amerika Serikat di Penjara Guantanamo Bay, Kuba.
Warga Aljazair itu yang dibekuk di Pakistan pada 2003 lalu, seperti terlihat dari hasil interogasi sebagai “fasilitator, kurir, penculik dan pembunuh dari Al-Qaeda”, ternyata juga telah “menyembunyikan informasi penting dari Dinas Intelijen Rahasia Kanada dan Dinas Intelijen Rahasia Inggris. AS berpendapat, hal ini bisa menjadi ancaman bagi AS dan personel sekutu di Afghanistan dan Pakistan.” (Republika.co.id).
Tuduhan salah alamat ini bukan yang pertama kali. Pada tahun 1995, tak lama setelah serangan bom mobil hari Rabu (19/4/95) terhadap gedung federal Alfred P. Murrah di Oklahoma, perhatian dan pandangan rakyat serta pers Amerika langsung tertuju pada kelompok “teroris” Timur Tengah, namun beberapa hari kemudian terbukti bahwa terorisnya adalah warga negara AS sendiri. Kini hasil penyelidikan atas pemboman yang diperkirakan mungkin menewaskan sampai 200 orang tersebut –karena masih banyak korban belum ditemukan– membuat Pemerintah AS telah menahan dua warganegaranya sendiri; veteran Perang Teluk, Timothy McVeigh (27) dan David Iniguez; sementara tersangka ketiga masih dilacak.
Kenyataan yang bertolak-belakang dengan spekulasi awal itu membuat banyak pihak di Amerika Serikat tersentak. Meskipun menyakitkan dan tak dapat dipercaya, sejarah Amerika sendiri seringkali dicoreng pembunuhan, mulai dari pembunuhan presiden sampai serangan bom terhadap klinik dan sekolah.
Peristiwa meledaknya menara kembar World Trade Center (WTC), New York, 11 September 2001, juga telah memakan banyak korban dan trauma panjang warga AS. Namun, insiden itu hingga kini masih menyisakan misteri dan sejumlah kejanggalan. Bahkan orang yang disebut sebagai otak penyerangan itu kini mengaku dipaksa mengarang cerita tentang teror. Mengapa? Khalid Shaikh Mohammed selama ini dituding sebagai otak peledakan WTC. Namun, pada Senin (15/6/2008) lalu, seperti dilansir Los Angeles Times, ia mengaku keterangan yang diberikannya selama ini diungkapkan karena ia tak tahan dengan siksaan saat diinterogasi CIA.
Pengakuan itu diungkapkan Mohammed setelah dia dipindahkan ke penjara militer Guantanamo pada 2006. Sebelumnya, dia ditahan di penjara rahasia CIA setelah ditangkap pada 2003. Hal ini juga disimpulkan berdasarkan dokumen yang diteliti harian itu.
“Saya mengarang cerita,” kata Khalid. Ia mengungkapkan hal itu dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah saat ditanya soal keberadaan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden.
Setiap kali ia tidak tahu, para penyidik CIA langsung menyiksanya. Sehingga, dia akhirnya menjawab sekenanya. Dia ada di wilayah ini,” katanya soal Osama.
Pengakuan itu mungkin belum seberapa. Beberapa waktu yang lalu, lima tersangka utama tragedi 9/11 menyimpan kejutan. Seorang di antaranya, Ziad Al Jarrah, ternyata pernah cukup lama bekerja untuk agen intelijen Israel Mossad.
Menurut artikel yang dipublikasikan media mingguan AS, American Free Press, Al Jarrah terbukti terlibat dalam peristiwa pada 11 September 2001 itu. Bersama keempat kawannya, mereka dengan bangga mengakuinya.
Namun, fakta bahwa pria berkebangsaan Libanon itu adalah mantan agen Mossad sangat mengejutkan AS. Hubungan Israel dengan tragedi 9/11, menurut harian suratkabar New York Times bisa diselidiki dengan menelusuri lima orang yang dikenal sebagai dancing Israeli. Ketika pesawat Flight 11 dan Flight 175 menabrak menara kembar itu, lima orang Israel terlihat menari dan bersorak-sorai di lokasi kejadian. Kelima warga Israel yang diduga agen Mossad itu ditahan selama 71 hari sebelum akhirnya dilepas. Yang tak kalah mengherankan bahwa ribuan karyawan yahudi yang bekerja di gedung kembar, pada hari tersebut tidak masuk kerja alias libur.
Sejak itulah, CIA mencurigai keterlibatan Mossad dan melakukan pengawasan yang tak membuahkan hasil, hingga memasuki hampir tahun ke delapan tragedi itu. “Tak ada keraguan bahwa hal itu (perintah menutup penyidikan) datang dari Gedung Putih. CIA berasumsi hal ini akan ditutupi sehingga Israel dianggap sama sekali tak terlibat dalam tragedi 9/11,” demikian kesimpulan New York Times. Sebuah jajak pendapat di 17 negara yang dipublikasikan 10 September 2008 sendiri menunjukkan belum ada konsensus tentang pelakunya. Jajak pendapat yang dilakukan dari 15 Juli-31 Agustus 2008 tersebut meliputi 16 ribu lebih responden di 17 negara.(Inilah.com)
Dengan demikian, isu terorisme tak pernah berhubungan dengan umat Islam. Kalaupun ada individu-individu Muslim yang terlibat, biasanya jalur instruksi ke atasnya tak bisa ditelusuri. Banyak bukti mengindikasikan bahwa para pelaku Muslim ini hanyalah korban-korban cuci otak atau provokasi semata.

Di akhir zaman ini umat Islam bagai buih yang mudah terombang-ambing. Keimanan yang murni dan keistiqamahan untuk senantiasa berpegang teguh kepada Syariat Islam, menjadi harta yang termahal. Rasulullah Saw telah berpesan (yang maknanya): “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah Saw.” (HR Muslim)

TED ~ Kode ASCII

Kode ASCII


Kode Standar Amerika untuk Pertukaran Informasi atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Heks dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter “|”. Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks.

Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 0000 0000 hingga 1111 1111. Sementara Heksadesimal atau sistem bilangan basis 16 adalah sebuah sistem bilangan yang menggunakan 16 simbol. Berbeda dengan sistem bilangan desimal, simbol yang digunakan dari sistem ini adalah angka 0 sampai 9, ditambah dengan 6 simbol lainnya dengan menggunakan huruf A hingga F.

ASCII (American Standart Code for Informa tion Interchange), menggunakan 7-bit guna menyajikan beberapa data. Sistem ini digunakan oleh beberapa pabrik komputer secara bersama-sama sehingga menghasilkan suatu standart yang baku untuk semua jenis komputer. Walaupun ASCII menggunakan kode 7-bit , tetapi dalam pelaksanaannya tetaplah 8-bit yang digunakan. Sebab masih menggunakan ekstra bit yang digunakan untuk mendeteksi pelbagai kesalahan yang timbul. Paling kiri merupakan Karakter Nilai Unicode, urutan kedua (heksadesimal) selanjutnya Nilai ANSI ASCII, sementara urutan paling kanan merupakan Keterangan.

Contoh


  1. 002032    =          Spasi
  2. 002133    =          !
  3. 002335    =          “
  4. 002537    =          Tanda Persen (%)
  5. 02638      =          Karakter ampersand (&).
  6. Dan lain – lain.

Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal. Komputer hanya mengerti biner, bukan angka desimal atau alfabet, dll. ASCII adalah cara umum untuk menyandikan alfabet dan karakter lainnya ke biner, yang dapat diwakili kepada manusia dalam bentuk bilangan oktal, heksadesimal, atau pun desimal, dll. Jadi secara umum tidak ada algoritma untuk konversi ASCII ke heksa, pengkodean umumnya harus dihafal atau melihat dalam sebuah tabel.

Adapun metode yang bisa digunakan dalam mengkonfersi ASCII ke dalam bentuk bilangan lain seperti desimal, oktal, heksa, yaitu dengan mengetahui nilai dari bilangan dan karakter dari ASCII tersebut dengan berdasarkan tabel lalu merubahnya dalam bentuk biner dengan metode pencarian biner seperti pada umumnya. Perhatikan contoh berikut ini, misalkan code ASCII untuk huruf A adalah 41, karena ASCII hanya terdapat 7 bit, maka 4 dengan biner 100 dan 1 dengan biner 0001,  namun jika ekstended ASCII, maka terdapat 8 bit. Sehingga 4 dengan biner 0100, dan 1 dengan 0001. Sehingga biner dari A adalah 0100 0001, dengan begitu  kita bisa menentukan nilai desimal, oktal, dan heksa dari huruf A dengan mengkonfersikan nilai binernya.

Kode bernilai sampai dengan 31 dinamakan kode kontrol, sedangkan 32 sampai dengan 126 adalah kode ASCII yang dapat ditampilkan. Alfabet A sampai Z diwakili oleh kode desimal 65 sampai 90.

TED ~ Dasar Digital (Sistem Bilangan dan Aritmatika Biner)

Dasar Digital (Sistem Bilangan dan Aritmatika Biner)


Sistem Bilangan dan Aritmatika Biner

a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari uraan materi kegiatan belajar 1 ini diharapkan siswa dapat memahami tentang sistem bilangan dan aritmatika biner.

b. Uraian Materi 6
1) Sistem desimal dan biner
Dalam sistem  bilangan desimal, nilai yang terdapat pada kolom ketiga pada Tabel 11, yaitu A, disebut satuan, kolom kedua yaitu B disebut puluhan, C disebut ratusan, dan seterusnya. Kolom A, B, C menunjukkan kenaikan pada eksponen dengan basis 10 yaitu 100 = 1, 101  = 10, 102 =100.

Dengan cara yang sama, setiap kolom pada sistembilangan biner, yaitu sistem bilangan dengan basis, menunjukkan eksponen dengan basis 2, yaitu 20 = 1, 21 =2, 22 = 4, dan seterusnya.

Tabel 12. Nilai Bilangan Desimal dan Biner


Setiap digit biner disebut bit; bit paling kanan disebut least significant bit (LSB), dan bit paling kiri disebut most significant bit (MSB).

Tabel 13. Daftar Bilangan Desimal dan Bilangan Biner


Untuk membedakan bilangan pada sistem yang berbeda digunakan subskrip. Sebagai contoh 910 menyatakan bilangan sembilan pada sistem bilangan desimal, dan 011012 menunjukkan bilangan biner 01101. Subskrip tersebut sering diabaikan jika sistem bilangan yang dipakai
sudah jelas.

Tabel 14. Contoh Pengubahan Bilangan Biner menjadi

· Konversi Desimal ke Biner
Cara untuk mengubah bilangan desimal ke biner adalah dengan pembagian. Bilangan desimal yang akan diubah secara berturut-turut dibagi 2, dengan memperhatikan sisa pembagiannya. Sisa pembagian akan bernilai 0 atau 1, yang akan membentuk bilangan biner dengan sisa yang terakhir menunjukkan MSBnya.

Sebagai contoh, untuk mengubah 5210 menjadi bilangan biner, diperlukan langkah-langkah berikut :
52 : 2   =   26 sisa 0, LSB
26 : 2   =   13 sisa 0
13 : 2   =     6 sisa 1
6 :  2    =    3 sisa 0
3 : 2     =    1 sisa 1
1 : 2     =    0 sisa 1, MSB

Sehingga bilangan desimal 5210 akan diubah menjadi bilangan biner 110100.
Cara di atas juga bisa digunakan untuk mengubah sistem bilangan yang lain, yaitu oktal atau heksadesimal.

2) Bilangan Oktal
Bilangan Oktal adalah sistem bilangan yang berbasis 8 dan mempunyai delapan simbol bilangan yang berbeda : 0,1,2,….,7.

Teknik pembagian yang berurutan dapat digunakan untuk
mengubah bilangan desimal menjadi bilangan oktal.
Bilangan desimal yang akan diubah secara berturut-turut
dibagi dengan 8 dan sisa pembagiannya harus selalu
dicatat. Sebagai contoh, untuk mengubah bilangan 581910
ke oktal, langkah-langkahnya adalah :
 5819 : 8  = 727,  sisa 3, LSB
 727 :  8   = 90,     sisa 7
 90 :  8    = 11,      sisa 2
 11 :  8    = 1,        sisa 3
 1 : 8       = 0,        sisa 1, MSB
Sehingga 581910 = 132738

· Bilangan Oktal dan Biner
Setiap digit pada bilangan oktal dapat disajikan dengan 3 digit bilangan biner, lihat Tabel 1.5. Untuk
mengubah bilangan oktal ke bilangan biner, setiap digit oktal diubah secara terpisah. Sebagai contoh,
35278 akan diubah sebagai berikut:
38 = 0112, MSB
58 = 1012
28 = 0102
78 = 1112, LSB

Sehingga bilangan oktal 3527 sama dengan bilangan 011 101 010 111.
Sebaliknya, pengubahan dari bilangan biner ke bilangan oktal dilakukan dengan mengelompokkan
setiap tiga digit biner dimulai dari digit paling kanan, LSB. Kemudian, setiap kelompok diubah secara terpisah ke dalam bilangan oktal. Sebagai contoh, bilangan 111100110012 akan dikelompokkan menjadi
11 110 011 001, sehingga.
   112   = 38, MSB
   1102 = 68
  0112 = 38
  0012 = 18, LSB
Jadi, bilangan biner 11110011001 apabila diubah
menjadi bilangan oktal akan diperoleh 36318.

3) Bilangan Hexadesimal
Bilangan heksadesimal, sering disingkat dengan hex, adalah bilangan dengan basis 1610, dan mempunyai 16 simbol yang berbeda, yaitu 0 sampai dengan 15.
Bilangan yang lebih besar dari 1510 memerlukan lebih dari satu digit hex. Kolom heksadesimal menunjukkan eksponen dengan basis 16, yaitu 160 = 1, 161  = 16, 162 = 256, dan
seterusnya. Sebagai contoh :
152B16 = (1 x 163) + (5 x 162) + (2 x 161) + (11 x 160)
 = 1 x 4096 + 5 x 256 + 2 x 16 + 11 x 1
 = 4096 + 1280 + 32 + 11
 = 541910

Sebaliknya, untuk mengubah bilangan desimal menjadi bilangan heksadesimal, dapat dilakukan dengan cara membagi bilangan desimal tersebut dengan 16. Sebagai contoh, untuk mengubah bilangan 340810 menjadi bilangan heksadesimal, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
 3409/16 = 213, sisa   110 = 116, LSB
 213/16 =   13, sisa   510 = 516
 13/16 =     0, sisa 1310 = D16, MSB
Sehingga, 340910 = D5116.


· Bilangan Hexadesimal dan Biner
Setiap digit pada bilangan heksadesimal dapat disajikan dengan empat buah bit.
Untuk mengubah bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner, setiap digit dari bilangan heksadesimal diubah secara terpisah ke dalam empat bit bilangan biner. Sebagai contoh, 2A5C16 dapat diubah ke bilangan biner sebagai berikut.
  216 =  0010, MSB
  A16 = 1010
  516 =  0101
  C16 = 1100, LSB

Sehingga, bilangan heksadesimal 2A5C akan diubah menjaid bilngan biner 0010 1010 0101 1100.
Sebaliknya, bilangan biner dapat diubah menjadi bilangan heksadesimal dengan cara mengelompokkan
setiap empat digit dari bilangan biner tersebut dimulai dari sigit paling kanan. Sebagai contoh, 01001111010111002 dapat dikelompokkan menjadi 0100 1111 0101 1110. Sehingga:
01002 = 416, MSB
11112 = F16
01012 = 516
11102 = E16, LSB

Dengan demikian, bilangan 0100 1111 0101 11102 = 4F5E16.

4) Bilangan Biner Pecahan
Dalam sistem bilangan desimal, bilangan pecahan disajikan dengan menggunakan titik desimal. Digit-digit yang berada di sebelah kiri titik desimal mempunyai nilai eksponen yang semakin besar, dan digit-digit yang berada di sebelah kanan titik desimal mempunyai nilai eksponen yang semakin kecil.
Sehingga
  0.110 = 10-1      = 1/10
  0.1010 = 10-2-  = 1/100
  0.2     =  2 x 0.1  = 2 x 10-1, dan seterusnya.

Cara yang sama juga bisa digunakan untuk menyajikan
bilangan biner pecahan. Sehingga,
  0.12   = 2-1 = ½, dan
  0.012 = 2-2-= ½2  = ¼

Sebagai contoh,
0.1112 = ½ + ¼ + 1/8   = 0.5 + 0.25 + 0.125
   = 0.87510
101.1012 = 4 + 0 + 1+ ½ + 0 + 1/8   = 5 + 0.625
   = 5.62510

Pengubahan bilangan pecahan dari desimal ke biner dapat dilakukan dengan cara mengalihkan bagian pecahan dari bilangan desimal tersebut dengan 2, bagian bulat dari hasil perkalian merupakan pecahan dalam bit biner. Proses perkalian diteruskan pada sisa sebelumnya sampai hasil perkalian sama dengan 1 atau sampai ketelitian yang diinginkan. Bit biner pertama yang diperoleh merupakan MSB dari bilangan biner pecahan. Sebagai contoh, untuk mengubah 0.62510 menjadi bilangan biner dapat dilaksanakan dengan
       0.625 x 2 = 1.25, bagian bulat = 1 (MSB), sisa = 0.25
       0.25 x 2 = 0.5, bagian bulat = 0, sisa = 0.5
       0.5 x 2 = 1.0,  bagian bulat = 1 (LSB), tanpa sisa
            Sehingga, 0.62510  = 0.1012


5) Sistem Bilangan BCD
Sampai saat ini kita hanya melihat pengubahan dari bilangan desimal ke bilangan biner murni. Pada beberapa aplikasi, misalnya sistem berdasar mikroprosesor, seringkali lebih sesuai apabila setiap digit bilangan desimal diubah menjadi 4 digit bilangan biner. Dengan cara ini, suatu bilangan desimal 2 digit akan diubah menjadi dua kelompok empat digit bilangan biner, sehingga keseluruhannya menjadi 8 bit, tidak bergantung pada nilai bilangan desimalnya sendiri. Hasilnya sering disebut sebagai binary-
coded decimal (BCD). Penyandian yang sering digunakan dikenal sebagai sandi 8421 BCD. Selain penyandian 8421 BCD, juga dikenal sejumlah penyandian yang lain.

Contoh
Ubah 25 menjadi bilangan BCD
Penyelesaian
210    =  0010  dan
510    =  0101
Sehingga, 2510  = 0010  0101 BCD

6) Aritmatika Biner

a) Penjumlahan Biner
Penjumlahan bilangan biner serupa dengan penjumlahan pada bilangan desimal. Dua bilangan yang
akan dijumlahkan disusun secara vertikal dan digit-digit yang mempunyai signifikansi sama ditempatkan pada kolom yang sama. Digit-digit ini kemudian dijumlahkan dan jika dijumlahkan lebih besar dari bilangan basisnya (10 untuk desimal, dan 2 untuk  biner), maka ada bilangan yang disimpan. Bilangan yang disimpan ini kemudian dijumlahkan dengan digit di sebelah kirinya, dan seterusnya. Dalam penjumlahan bilangan biner, penyimpanan akan terjadi jika jumlah dari dua digit yang dijumlahkan adalah 2.

Berikut adalah aturan dasar untuk penjumlahan  pada
sistem bilangan biner.
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 0 = 1
1 + 1 = 0, simpan 1

Tabel 14. menunjukkan perbandingan antara penjumlahan pada sistem bilangan desimal dan sistem
bilangan biner, yaitu 82310 + 23810 dan 110012 + 110112.

Tabel 15.  Penjumlahan
a. Penjumlahan desimal
b. Penjumlahan Biner

Marilah kita perhatikan penjumlahan biner dengan lebih seksama.
Kolom satuan  : 1 + 1 = 0, simpan 1
     Kolom 2-an      : 0 + 1 = yang disimpan = 0, simpan 1
     Kolom 4-an       : 0 + 0  yang disimpan = 1
     Kolom 8-an       : 1 + 1 = 0, simpan 1
     Kolom 16-an     : 1 + 1 yang disimpan  = 1, simpan 1
Kolom 32-an     : yang disimpan 1 = 1
Jika lebih dari dua buah digit biner dijumlahkan, ada kemungkinan yang disimpan lebih besar dari 1.

Sebagai contoh,
1 + 1 = 0, simpan 1
1 + 1 + 1 = 1, simpan 1
Contoh berikut menunjukkan penjumlahan dengan
penyimpanan lebih besar dari 1.
 1 + 1 + 1 + 1 = (1 + 1) + (1 + 1)
                      = (0, simpan 1) + (0, simpan 1)
                             = 0, simpan 2;
         1 + 1 + 1 + 1 + 1  = 1 + (1 + 1) + (1 + 1)
                                          = 1, simpan 2
          0 + yang disimpan 2 = 1, simpan 1
          1 + yang disimpan 2 = 0, simpan 2, dan seterusnya.

b) Pengurangan Biner
Pada bagian ini hanya akan ditinjau pengurangan bilangan biner yang memberikan hasil positif. Dalam hal ini, metode yang digunakan adalah sama dengan metode yang digunakan untuk pengurangan pada bilangan desimal. Dalam pengurangan bilangan biner jika perlu dipinjam 1 dari kolom di sebelah kirinya, yaitu kolom yang mempunyai derajat lebih tinggi.
 Aturan umum untuk pengurangan pada bilanagan biner adalah sebagai   berikut :
0 – 0 = 0
 1 – 0 = 1
 1 – 1 = 0
 0 – 1 = 1, pinjam 1
 Contoh : Kurangilah 11112  dengan 01012
 Penyelesaian

Susunlah dua bilangan di atas ke dalam kolom sebagai
berikut :

Secara lebih rinci, dimulai dari LSB (20 = 1)
Kolom 20 1 – 1 = 0
Kolom 21 1 – 0 = 1
Kolom 22 1 – 0 = 0
Kolom 23 1 – 0 = 1
Sehingga, 11112 – 01012 = 10102

Contoh  Kurangilah 11002 dengan 10102
 Penyelesaian

Secara lebih terinci, dimulai dari LSB (20  = 1)
Kolom 20 0 – 0  = 0
Kolom 21 0 – 1  = 1
Dalam kasus ini kita harus meminjam 1 dari bit pada kolom 22. Karena datang  dari kolom 22 , maka  nilainya 2 kali nilai pada kolom 21 .

 Sehingga, 1 (bernilai 22) – 1 (bernilai 21) = 1 (bernilai21).
Bila meminjam 1 dari kolom di sebelah kiri maka berlaku aturan umum 1 – 1 = 1.
Kolom 22  0 – 0 = 0
Nilai  1 dari kolom 2 diubah menjadi nol karena sudah dipinjam seperti yang ditunjukkan dengan anak panah.
Kolom 23 1 – 1 = 0
Sehingga, 11002 – 10102 = 00102




c) Bilangan Biner Bertanda
Sejauh ini kita hanya melihat bilangan biner  positif atau bilangan biner tak bertanda. Sebagai contoh bilangan biner 8-bit dapat mempunyai nilai antara: 0000 00002 = 0010 dan 1111 11112 = 25510 yang semuanya bermilai positif, tanda ‘-‘ diletakkan di sebelah kiri bilangan desimal, misalnya –2510. Dalam
sistem bilangan biner, tanda bilangan (yaitu negatif) juga disandikan dengan cara tertentu yang mudah dikenal dengan sistem digital. Untuk menyatakan bilangan negative pada bilangan biner, bit yang dikenal dengan  bit tanda bilangan (sign bit) ditambah di sebelah kiri MSB. Bilangan biner yang ditulis dengan cara di atas menunjukkan tanda dan besarnya bilangan. Jika bit tanda ditulis 0, maka bilangan tersebut positif, dan jika ditulis 1, bilangan tersebut adalah bilangan negatif.

Pada bilangan biner bertanda yang terdiri dari 8-bit, bit yang paling kiri menunjukkkan besarnya. Perhatikan  contoh berikut :
Bit 7 6 5 4 3 2 1 0
Bit 26 25 24 23 22 21 20
 tanda (64) 932) (16) (8) (4) (2) 1

 Maka, 0110 0111 = +(64+32+4+2+1) = +10310
1101 0101 = -(64+16+4+2) = - 8510
1001 0001 = -(16 + 1) = -1910
0111 1111 = +(64+32+16+8+4+2+1) = +12710
1111 1111 = -(64+32+16+8+4+2+1) = - 12710
1000 0000 = -0 = 0
0000 0000 = +0 = 0

Dari contoh diatas dapat dilihat, bahwa hanya karena tujuh bit  yang menunjukkan besarnya , maka bilangan terkecil dan terbesar yang ditunjukan bilangan biner bertanda yang terdiri dari 8-bit adalah :
     [1]111 11112 = - 12710 dan
     [0]111 11112 = + 12710

Dengan bit dalam kurung menunjukkan bit tanda bilangan.
Secara umum, bilangan biner tak bertanda yang terdiri dari n-bit mempunyai nilai maksimum
M = 2n – 1. Sementara itu, untuk bilangan bertanda yang terdiri dari n-bit mempunyai nilai maksimum
M = 2n-1 – 1. Sehingga, untuk register 8-bit di dalam  mikroprosesor yang menggunakan sistem bilangan bertanda, nilai terbesar yang bisa disimpan dalam register tersebut adalah:
M  = 2(n-1) – 1
 = 2(8-1) – 1
 = 27 - 1
 = 12810 – 1
 = 12710
sehingga mempunyai jangkauan – 12710 sampai +12710.

d) Perkalian
Perkalian pada bilangan biner mempunyai aturan sebagai
berikut :
0 x 0 = 0
1 x 0 = 0
0 x 1 = 0
1 x 1 = 1
Perkalian bilangan biner dapat dilakukan seperti perkalian bilangan desimal. Sebagai contoh, untuk mengalikan 11102 = 1410 dengan 11012 = 1310 langkah-langkah yang harus ditempuh adalah :
Perkalian juga bisa dilakukan dengan menambah bilangan yang dikalikan ke bilangan itu sendiri sebanyak bilangan pengali.

Contoh di atas, hasil yang sama akan diperoleh dengan menambahkan 1112 ke bilangan itu senidiri sebanyak 11012 atau tiga belas kali.

e) Pembagian
Pembagian pada sistem bilangan biner dapat dilakukan sama seperti contoh pembagian pada sistem
bilangan desimal. Sebagai contoh, untuk membagi 110011 (disebut bilangan yang dibagi) dengan 1001 (disebut pembagi), langkah-langkah berikut perlu dilakukan.
  

Sehingga hasilnya adalah 1012, dan sisa pembagian adalah 1102.

Pembagian bisa juga dilakukan  dengan cara menjumlahkan secara berulang kali bilangan pembagi dengan bilangan itu sendiri sampai jumlahnya sama dengan bilangan  yang dibagi atau setelah sisa pembagian yang diperoleh lebih kecil dari bilangan pembagi.

c. Rangkuman 6
1) Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang berbasis 10 dan mempunyai sembilan simbol bilangan yang berbeda :0,1,2,3,4...,9.
2) Bilangan biner adalah sistem bilangan yang berbasis 2 dan mempunyai 2 simbol bilangan yang berbeda: 0 dan 1
3) Bilangan octal adalah sistem bilangan yang berbasis 8 dan mempunyai 8 simbol bilangan yang berbeda: 0,1,2,3,...,7
4) Bilangan hexa desimal adalah sistem bilangan yang berbasis 16 dan mempunyai simbol bilangan yang berbeda: 0,1,2,3,...9,a,b,c,d,e,f.
5) Setiap digit biner disebut bit; bit paling kanan disebut least significant bit (lsb), dan bit paling kiri disebut mostsignificant bit (msb).

Popular Posts